Apa Itu SUKSES ?

January 29, 2009

Manusia adalah mahluk pencari sukses. Manusia selalu3-langkah-sederhana-membuat-penjualan-produk-atau-layanan-an memaknai pekerjaannya dengan predikat sukses atau gagal. Bila sukses, ia bersuka cita. Bila gagal, berduka cita. Pendeknya, kita bisa mengatakan bahwa tujuan manusia mengerjakan apapun adalah untuk meraih sukses dalam arti yang seluas-luasnya. Bahkan sukses adalah konsep generik tentang keinginan manusia dalam hidupnya.

Jadi apakah sukses itu… ? Jawaban atas pertanyaan ini terlalu luas sehingga tidak mungkin ditampung oleh sebuah definisi. Namun kebanyakan orang beranggapan bahwa, bila seseorang punya pekerjaan yang bagus sesuai dengan bakat, cita-cita dan harapannya, dia disebut orang sukses. Bila dia punya anak-anak yang sehat dan pintar, pendidikannya baik, tidak berandalan, jauh dari narkoba, dapat diajak berkomunikasi, itupun termasuk sukses. Jika dia punya gelar sarjana, gelar ningrat, mobil, rumah mewah, deposito, saham, itupun sukses juga adanya. Bila seseorang disenangi, dikagumi, dihormati dan dicintai sesama manusia, maka patutlah kita menyebutnya sukses. Termasuk jika seseorang berhasil mengumpulkan kekayaan, misalnya satu milyar, itupun sebuah kesuksesan.

Sukses, menurut Anda………………………?


BERINOVASI atau MATI

January 29, 2009

Sepintas judulnya memang ”serem” tapi tidak se”serem” yang adabloger-sejati0d8c dalam pikiran kita. Berinovasi atau mati, itulah semboyan yang harus kita kumandangkan di zaman yang penuh dengan perubahan saat ini. Lantas, apa inovasi itu ? Dan mengapa tanpa inovasi sebuah eksistensi akan mati ? Proses penciptaan dan pembaharuan nilai sampai dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas / pelanggan; itulah yang disebut sebagai inovasi. Kata nilai disini adalah kuncinya. Siapapun Anda, apapun organisasi Anda, kita semua dituntut oleh pelanggan / konsumen kita untuk dapat menyajikan seperangkat nilai yang berguna.

Berhubung kehidupan adalah sebuah ajang persaingan, dalam hal ini semua orang dan semua organisasi bersaing untuk mendapatkan kesetiaan konstituennya, inovasi menjadi sebuah keharusan untuk tetap eksis berada dalam sebuah persaingan. Tanpa sebuah inovasi kita akan melemah pelan-pelan, dan akhirnya bangkrut, tersisih, dan punah dari panggung kehidupan sosial, bisnis, ataupun politik. Hal semacam ini bisa terjadi pada sebuah perusahaan, bisa juga untuk semua organisasi, seperti yayasan, partai bahkan negara.


Kreatifkah Kita ?

January 29, 2009

Terkadang muncul dalam pikiran kita sebuah pertanyaan besar,apa-tujuan-anda-berbisnis-online termasuk yang menulis ini, apakah kita seorang inovator ? Kabar baik yang saya dapatkan dari sebuah buku berjudul STRATEGI ADAPTIF ABAD KE-21, karangan pak Jansen Sinamo, saya, Anda dan kita semua pada hakikatnya adalah orang kreatif. Jika Anda merasa ragu akan statement ini, bisa jadi hal itu disebabkan oleh paling sedikit dua hal.

Pertama, adanya anggapan yang menyesatkan bahwa orang kreatif adalah manusia-manusia khusus atau super. Kita sering menganggap mereka mendapat anugerah khusus dari Tuhan berupa kecerdasan tinggi, bakat besar, dan talenta istimewa. Mungkin ada betulnya. Tetapi kita juga harus melihat bahwa banyak orang berbakat dan cerdas tidak menghasilkan apa-apa dalam hidupnya.

Kedua, ada anggapan bahwa orang kreatif adalah manusia nyeni, nyentrik, dan aneh. Mereka berambut gondrong, lupa sikat gigi, linglung, dan berpakaian model planet lain. Dan Anda merasa 100% manusia normal, bukan seperti mereka, dank arena itu menyimpulkan bahwa diri Anda bukan manusia kreatif.

Memang benar bahwa orang kreatif kadang-kadang kelihatan aneh dan nyentrik karena alas an di atas. Tetapi sesudah periode perwujudan kreativitas tersebut, mereka normal kembali. Jadi dapat disimpulkan bahwa orang kreatif tidak selalu aneh dan nyentrik.

Karena itu kita bisa menduga bahwa orang-orang yang selalu tampak nyentrik dan aneh adalah mereka yang ingin mendapat gelar manusia kreatif dari masyarakat tetapi sesungguhnya belum atau tidak kreatif sama sekali.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.